(Jangan) Dukung Pasal Kretek


Kaget saya saat melihat TL di twitter ada cuitanya Bapak Tifatul Sembiring yang doyan makan sapi terhormat. Beliau Me-Retweet cuitan akun portal berita Online. Yang saya kagetkan bukan cuitan Pa Sembiring, namun kicauan portal berita yang membuat saya terhenyak. Di situ tertulis Ruhut Sitompul Setuju Pasal Kretek Masuk RUU Kebudayaan.


Sangat tidak masuk akal sekali, dimana Anggota DPR, Politisi senior sekelas Ruhut Sitompul bisa-bisanya membela kretek masuk dalam kebudayaan Indonesia.




Jangan mentang-mentang Bapak Ruhut itu seorang pecinta SBY Kretek, lantas Bapak mendukung Kretek masuk dalam kebudayaan Indonesia.


Bahkan bapak Ruhut berseloroh bahwa Kretek itu sama dengan Batik, budaya bangsa kita dan wajib di lestarikan.


Tirulah Bapak Tifatul Sembiring, beliau sangat filterisasi terhadap budaya, itu terbukti dengaan kicauan di akun Twitternya seperti ini 'Budaya yg baik2 dilestarikan, yg kurang baik tinggalkan. Mungkin sebagian kecil masyarakat dulunya merokok kretek. Apa perlu dilestarikan?'


Begitulah sejatinya jadi seorang Politikus, harus dapat memilah mana yang baik mana yang buruk dan juga konsisten. Mau Ruhut bilang dia ngretek dia tetap sehat-sehat saja, mau Ruhut Bilang kakeknya yang ngretek bisa hidup sampai 90 Tahun, mau Ruhut bilang cukai rokok ampe ratusan triliun dan membantu pertumbuhan Indonesia dan Kebaikan-kebaikan Rokok/Kretek tetap saja harus katakan KRETEK ITU MERUGIKAN.


Marilah kita menjadi pasukan Anti Kretek, agar Kretek tidak menjadi kebudayaaan Nasional, karena bagi kita aktivis bayaran masyarakat kecil, Menjadikan Kretek sebagai kebudayaan adalah tindakan yang sangat tidak tepat, karena dapat meracuni generasi bangsa, pokoknya Kretek itu dilarang...


Lanjut ngopi sambil ngretek...


0 komentar: