Rokok dan Penolakan


Dijaman yang serba sulit ini, dimana Rupiah hampir tembus 15 ribu, berakibat harga-harga  sempak naik di berbagai sektor. Hal tersebut sejalan dengan sulitnya para Jomblo untuk mencari pacar.
Gebetan semakin susah untuk di ajak seriusan, alasanya ber-aneka ragam, dari alasan Terlalu Baik, Mau Fokus Sekolah/Kuliah dan alasan para gebetan yang paling baru buat nolak untuk di jadikan pacar adalah karena kita kere perokok.

Aneh memang, semakin banyak alasan-alasan aneh untuk menolak kita para Jomblo, sampai-sampai tampang rokok kita dijadikan alasan mereka buat nolak kita.
Bolehlah mereka menolak kita namun dengan alasan yang logis dan dapat diterima, misalkan karena kita kurang ganteng, kurang sholeh, dsb. Sehingga kita dapat memperbaiki tampang apa-apa yang kurang dari kita

Berdasarkan penelusuran saya selama 40 hari 40 malam, ternyata mereka yang menolak kita karena alasan kita seorang perokok adalah sebagai berikut :



1. SAMA DIRI SENDIRI AJA GA SAYANG APALAGI SAMA PACAR
Pikiran sesat para penolak perokok adalah selalu memandang hidup itu linier. Selalu berfikir jika "manusia buruk di bidang A, maka akan buruk pula dibidang B, C dan lainya". 
Mereka selalu berfikir jika seorang perokok itu tidaklah sayang pada tubuhnya karena memasukan racun dalam tubuh, sehingga dapat dipastikan  seorang perokok tidaklah sayang pada pasanganya.

Ada banyak hal yang harus diketahui kepada para non-perokok, salah satunya adalah, bahwa kita para jomblo perokok sangatlah mencintai dan menyayangi diri kita, oleh karena itulah kita merokok. Karena dalam merokok, kita dapat merasakan ketenangan batin, pengenduran urat-urat saraf sehingga lebih mendalam dalam merenungi dan memahami soal cinta.

Dan satu lagi, orang yang tidak mencintai dirinya belum tentu tidak mencintai orag lain, begitupun sebaliknya. Hidup itu tidak selinier yang kalian fikirkan, hidup itu kompleks.


2. PEROKOK ITU BOROS
Ada sebuah mindset yang telah mendarah daging pada kita, bahwa "perokok itu boros".
Gebetan-gebetan kita mungkin menolak kita karena merokok, disebabkan memiliki mindset seperti itu. Beranggapan bahwa perokok adalah manusia boros yang hobi mantengin photo mantan menghamburkan uang untuk batangan-batangan tembakau yang nantinya dibakar.

Bahkan lebih sadisnya mereka sering menceramahi kita para perokok agar tidak membelanjakan uang kita untuk rokok, agar nantinya dapat digunakan untuk hal yang berguna. Padahal merekapun sering membelanjakan pakaian-pakaian mahal yang sebenarnya tidak dibutuhkan, lalu hanya digunakan sehari atau dua hari.

Sedangkan kita para perokok sesungguhnya memang membutuhkan kasih sayang rokok sebagai 'teman' ngerjain tugas, ngopi, bahkan teman untuk boker agar lebih nikmat.

Jadi siapa sebenarnya yang Boros ?


3. PEROKOK ITU BODOH
Tidak dapat kita pungkiri, sesungguhnya faktor utama mencari pasangan adalah pasangan yang kaya cerdas. Karena seberapa tampan dan kayaanya pasangan kita, tentu kecerdesan lebih penting, gak lucukan jika nantinya pasangan kita suka gak nyambung sama orang tua kita atau bahkan kita sendiri.

Hal itu membuat perokok sulit sekali mendapat pasangan, dikarenakan iklan-iklan, seruan media dan aktivis-aktivis anti rokok yang sebenarnya doyan ngroko menampilkan akibat-akibat dari merokok yang sebenarnya jarang sekali terbukti kebenaranya di depan mata kita. Salah satu seruan mereka para anti rokok adalah menyebutkan bahwa perokok itu bodoh dan dapat membuat anaknya juga bodoh.

Sungguh suatu penelitian yang ngawur, bagaimana bisa mereka berkata demikian tanpa melihat para perokok, tanpa mengenal para perokok.

Apa mereka tidak mengenal KH. Agus Salim ? seorang diplomat hebat yang gemar merokok ? Apa mereka tidak kenal Ir Soekarno ? Pemimipin cerdas yang memiliki banyak simpatisan sekarang, memiliki anak cerdas pula yang sekarang bisa mendalangi presiden memimpin suatu partai besar.
Dibidang seni lebih banyak lagi para perokok, padahal seni adalah pekerjaan yang harus memiliki kecerdasan tingkat tinggi

Jadi siapa yang Bodoh ?

Sumber Gambar

0 komentar: