Jomblo dan Hate Speech



Setelah di kaji cukup lama, Surat Edaran (SE) Kapolri soal penanganan soal ujaran kebencian atau yang cukup dikenal sebagai hate speech akhirnya di teken oleh Jendral Badrodin Haiti.

Pelarangan soal ujaran kebencian ini mungkin dianggap sah-sah saja bagi sebagian orang, namun sebagian yang lainya merasa keberatan. Pasalnya didalam SE tersebut disebutkan bahwa media sosial termasuk termasuk tempat dilarangnya hate speech. Padahal selama ini jejaring sosial adalah tempat paling asik, nyaman dan aman untuk ber-hate speech-ria. Khusunya untuk para Jokowi haters dan Jokowers.

Namun ternyata bukan hanya Jokowi Haters dan Jokowers yang keberatan atas SE tersebut, para buzzer yang kehilangan lapak Kami Para Jomblo yang selama ini tertindas akan kenangan mantan juga merasa gusar atas SE ini. Pasalnya cuma di media inilah para Jomblo dapat bersuara tanpa rasa malu.

Sebaiknya SE ini harus di revisi kembali, karena ini menyangkut hak hidup Jomblo. Sosial Media ini sangat penting, dimana para Jomblo dapat mengeluarkan unek-uneknya, dimana para jomblo dapat mengumpat, memaki mantanya yang sudah sadar yang tega melukai hati yang belum lama sembuh.

Jika SE ini tidak di revisi, justru ini akan menjadi ketidak adilan bagi kaum Jomblo. Setiap saat kami kaum Jomblo selalu di hina, di caci dan di rendahkan di dunia nyata. Dimana mereka Rezim Malam Minggu selalu mengejek kami dengan bermesraan dan bercumbu di depan kami. Sungguh ini hate speech dari segala hate speech.

Apa iyah kami harus memperlembut bahasa kami untuk menjelek-jelekan para mantan dan rezim malam minggu di media sosial? Mengubah kata MANTAN ITU SETAN menjadi MANTAN ITU MAKHLUK YANG DICIPTAKAN DARI API NERAKA YANG DI USIR OLEH TUHAN ? kan gak lucu dan terlalu terbelit-belit dan jelas urgensinya gak dapet banget…

Syudahlah…

Sebelum para Jomblo berkumpul dan membentuk serikat seperti para buruh yang aleman dan kolokan. Alangkah baiknya pemerintah melalui Kapolri untuk memikirkan kembali tentang SE tersebut.



0 komentar: