Obrolan Warung Kopi di Tragedi Paris


Sebuah kota yang sangat Well-Connected, Paris, sedang di ujicoba sebuah aplikasi facebook bernama Safety Check, yang fungsinya untuk melihat keamanan kerabat-kerabat kita di suatu tempat. Awalnya Safety Check hanya di aktifkan di waktu terjadi bencana, namun baru-baru ini Mark Julkarnaen Zuckerberg selaku pemilik facebook mencoba mengaktifkan fitur tersebut pada tragedi kemanusiaan. Serangan teroris yang terjadi di Paris Jum'at kemarin menjadi ujucoba pertama aplikasi ini (dalam konteks kejadian kemanusiaan).Facebook juga membuat sebuah filter bendera Perancis untuk photo profil, sama halnya saat kasus LGBT.

Fitur Safety Check sangat berguna dan banyak orang berharap fitur ini dikembangkan. Namun kelemahanya, tidak semua tempat dapat di coba aplikasi ini, karena tidak semua tempat memiliki koneksi yang baik.

Namun Safety Check dan peranya ternyata terlupakan begitu saja tanpa ada yang peduli. Yang justru di ingat-ingat dan jadi bahan obrolan adalah mantan yang telah lama pergi fitur filter bendera Perancis yang menandakan dukungan untuk para korban tragedi Paris.

Para Netizen yang sering gagal fokus mulai membicarakan hal-hal yang sejatinya bukan sebuah topik penting untuk bahan pembicaraan. Dengan membandingkan tragedi-tragedi lainya yang terjadi di Beirut, Palestine atau Suriah. Ada juga yang membandingkan dengan bencana Asap di Indonesia. Padahal toh jika tidak ada tragedi Paris, mana mungkin mereka peduli 
dengan Palestine, Suriah, Beirut atau bahkan bencana Asap di Negeri sendiri.

Setelah pembicaraan yang sok-sokan Aktivis HAM, obrolan berlanjut dengan cocoklogi pemikiran sok konspirasi. Dengan menyambungkan ini dan itu yang belum tentu benar, para Netizen sok tau ini terus bicara dengan lantang melalui argumen-argumen yang sebenarnya mereka dapatkan dari sumber yang tingkat kredibelitasnya rendah --emang ada yah sumber yang kredibilitasnya tinggi ?.

Selanjutnya terjadilah perang argumen-argumen yang berbeda melalui dunia maya, serang sana-sini hingga mereka melupakan konteks utama pembicaraan. Korban tragedi Paris, Korban Palestine, atau Korban Suriah hilang dari pembicaraan, begitupun dengan Safety Checknya facebook. Netizen lebih fokus untuk mempertahankan argumenya bahwa si A benar, si B salah.

Pada akhirnya, obrolan hanyalah sebuah obrolan warung kopi, yang hanya menguntungkan tukang kopi, Indomie dan kornet alias sang pemilik lapak. Semuanya akan hilang begitu kopi sudah habis, rokok tinggal puntungya dan isi dompet sudah tipis.

Jadi jangan terlalu di pusingkan dengan obrolan warung kopi ini, toh sebanyak apapun argumen anda, semua akan tetap bekerja seperti biasa. ISIS akan merekrut bule-bule patah hati, USA dengan NATOnya akan terus bombardir Timur Tengah untuk kepentingan Uang dan Minyak.

Bolehlah simpati terhadap siapapun, Bolehlah membenci apapun, namun saat kita sedang bicara data dan fakta, buanglah simpati dan benci yang justru di takutkan akan membawa hawa nafsu kita secara serampangan.

Selamat kepada kawan-kawan yang telah terbawa arus permusuhan gara-gara Filter Bendera Perancis yang akhirnya membawa arus pembicaraan meluas dan melebar gak karuan...


0 komentar: