Rossi yang Di-'nabikan' dan Marquez yang Di-'setankan'



Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, 8 November 2015. Telah terjadi suatu drama di ajang arena Motogp bak telenovela. Dimana Jorge Lorenzo yang sejak awal musim tak banyak yang menjagokanya, namun akhirnya Menjadi Juara Dunia.

Sementara sang legendaris, raja dari segala raja Motogp, idola dari segala idola sang The Doctor Valentino Rossi dan Anak ingusan yang karirnya melejit karena keberuntungan, sang Baby Alien Marc Marquez hanya dapat menempati posisi 2 dan 3.

Tapi wong dasarnya tidak bisa nerima kenyataan atau bagaimana yah ? walaupun Jorge Lorenzo yang jadi juaranya, tetap saja fokus utama kita pada Vale46 dan Marc93. Tetap saja trendingnya Rossi sama Marquez.

Dua pembalap tersebut selalu jadi topik pembicaraan dari awal musim hingga musim terakhir. Bedanya, Rossi selalu di elu-elukan, disanjung, dipuja bahkan di'nabi'kan. Pokoknya apapun yang terjadi di arena balap, Rossi tetap nomer uno tetap yang terbaik, bhest of the bhestlah pokoke.
Sedangkan sang pendatang baru, Marc Marquez selalu saja jadi bahan olokan, biang keladi dalam segala hal, pokoknya jokowi Marquez selalu salah, Marquez itu setan, mau bagaimanapun yah tetap setan.

Hal itu juga terjadi setelah race terakhir di Valencia, buru-buru orang-orang dari yang pecinta Motogp kelas Liberal, Kelas Komunis hingga kelas ikut-ikutan doang, saling berkomentar sana-sini. Tentu saja sudah jelas alur pembicaraanya, Rossi sang Hero dan Marquez sang setan.

Semua menuduh Marquez menjadi Body Guard Lorenzo. Menjaga Lorenzo dari ancaman Rossi dan memastikan Lorenzo juara. Cemooh dan umpatan tak segan di utarakan pada Baby Alien ini.
Mereka yang menghujat Marquez kebanyakan berpendapat bahwa sebenarnya Marc itu dapat mendahului Lorenzo, namun karena ingin Lorenzo menang tepatnya menghalangi rossi menang maka Marc tidak mendahuli Lorenzo.

Sementara sang idola, Valentino Rossi, meski hanya menduduki peringkat 4 dan hanya mampu menjadi Runner-Up pada musim ini, tetap mendapat sambutan yang meriah, tetap di elu-elukan oleh kebanyakan orang.
Mereka yang memuja-muja The Doctor kebanyakan berpendapat bahwa perjuangan sang idola telah maksimal, bayangkan !!! Start di posisi akhir namun dapat finish di peringkat 4 ? itupun karena Lorenzo di jaga terus oleh Marquez.

Sebenarnya jika kita bicara secara netral, tidak perlu ada yang di elu-elukan atau di hujat pada pegelaran Motogp di akhir musim ini. Marquez memang hebat, dengan skil dan keberanian yang menawan. Namun mengapa tidak mampu mendahului Lorenzo ?
Adu neng.. yang namanya balapan itu semua hal bisa terjadi, bisa aja Marc trauma abis jatuh kemarin, bisa aja emang Lorenzo lagi jago atau apalah... yang memang gak ada kaitanya sama Rossi.
Jadi soal Marc yang tidak mendahului Lorenzo bukanlah hal yang perlu di cemoh.

Untuk Rossi yang dapat finish di peringkat 4 walaupun start di posisi akhir itu biasa aja. Kalian semua tau Rossi kan ? pembalap legendaris yang memang punya skill di atas rata-rata ? yah wajarlah kalo bisa tikung sana tikung sini.

Namun bagaimanapun Marques sudah terlanjur di "setankan". apapun yang di perbuat yah tetap salah, sama seperti kita jika melakukan dosa pasti yang di salahin setan, padahalmah setanya diem aja.
Rossipun sepertinya pantas menjadi pemimpin negeri ini, tak pernah salah, selalu di sanjung dan cenderung di "Nabikan". Kalo ada yang ngecemoh dikit aja di bilang haters, cari sensasi atau apalah...


0 komentar: