Bidadari Malam



Sudah hampir tiga batang rokok kau hisap
Namun yang di tunggu tak kunjung datang
Tampak raut wajahmu semakin cemas
Pikiran melayang getir bersama asap-asap tembakau

Sesekali senyum tipismu mencuat di antara kecemasanmu
Senyum yang indah, menutupi rasa getir di hatimu

Kau Bidadari Malam
Hina di mata manusia, mulia di mata Tuhan
Karena dirimulah sebenar-benarnya pejuang
Pejuang untuk anak dan keluargamu

Matamu indah menggoda lelaki hidung belang sepertiku
Sedikit sayu dan ciptakan kedamaian bagi penikmatnya

Kau Bidadari Malam
Sebagai penjual diri, nasibmu untung-untungan
Untung kalau ada pelanggan
Untung tak di tangkap petugas

Rambutmu panjang sedap di pandang
Rasanya ingin ku jadikan bendera-bendera suci rambutmu itu

Kau Bidadari Malam
Tak pernah peduli apa kata orang
Yang terpenting anak bisa sekolah dan juga makan
Toh orang hanya menilai syari'at kerjamu, bukan hakikatnya

Kulitmu langsat kuning china dan mulus pastinya
Hingga anginpun begitu senang mengelusnya

Kau Bidadari Malam
Bidadari hebat yang lahir dari lorong gelap
Lorong yang penuh penderitaan dan kesakitan
Namun itulah yang membuatmu lebih hebat dari bidadari khayangan

0 komentar: