Jokowi Presiden Muda



Sidang di MKD tentang pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden Indonesia oleh Ketua DPR, Bapak Setya Novanto masih terus berlangsung, dari yang terbuka sampai yang tertutup, dari pak SN yang diam sampai tetap diam.

Di lain pihak, Senin malam Bapak Presiden Jokowidodo di sela-sela konfrensi persnya yang membahas tentang pilkada serentak tiba-tiba terlihat emosi dan marah ketika di tanya tentang kasus "Bapak Minta Saham". Tidak seperti biasanya kali ini Pak Jokowi bicara dengan nada meninggi bahkan sesekali mengacungkan jari telunjuknya.

Nampaknya, kali ini Pak Presiden sedang menunjukan jiwa mudanya, sedang menunjukan bahwa beliau adalah benar-benar pemimpin muda yang cerdas, tegas dan keras berkarakter.

Hal itu terlihat dari kemarahan beliau terkait pencatutan nama akan dirinya. Seperti halnya anak muda, yang lebih suka marah-marah saat sedang ribut dengan pacarnya, daripada membicarakan topik permasalahan dengan baik.

Pak Presiden sungguh sangat berjiwa muda, beliau lebih memilih marah-marah di depan para wartawan ketimbang melaporkan kasus pencatutan nama ke polisi, lebih memilih mengacung-ngacungkan jari disertai bicara dengan nada tinggi, daripada menggerakan Kejaksaan Agung.

Pak Jokowi punya wewenang, punya kekuasaan, saya tau pak Jokowi bukanlah Presiden yang lemah seperti yang orang-orang KMP bilang, beliau sebenarnya bisa saja menggerakan sluruh aspek yang beliau miliki untuk mempidanakan Setya Novanto. Tapi Presiden kita ini adalah Presiden Muda, yang ketawa-ketiwi, guyon dan bahkan marahpun lebih suka di depan kamera, persis anak muda masa kini.

Berbanggalah kita mempunyai Presiden yang berjiwa muda seperti Pak Jokowi ini...

0 komentar: