Penginjak Bunga dan Lambo Maut adalah Icon Persatuan


Sibuk UAS dan TRY OUT membuat saya sedikit ketinggalan berita. Namun di era yang serba mudah ini, setidaknya yah gak terlalu ketinggalan-ketinggalan amatlah kalau beritanya itu sampai ngehits di kalangan anak Alay facebook atau orang-orang sok pinter di twitter.

Setidaknya ada dua berita yang akhir-akhir ini lagi banyak di omongin oleh masyarakat jejearing sosial ini (facebook dan twitter), yaitu tentang kelakuan anak-anak Alay yang nginjekin bunga dan tentang kasus Lamborghini yang nabrak warung STMJ. Kedua berita itu mengalahkan trending sebelumnya yang cukup lama bertahaan, yaitu "Papa Minta Saham".

Saya tidak akan berkomentar tentang kelakuan anak Alay yang nginjekin bunga itu, rasanya sudah tak penting dan hanya akan membuat anak-anak itu jadi terkenal --iyuhh banget. Toh lagipula biarkanlah saja bunga-bunga itu layu, nantinya juga pasti akan layu sendiri jika tak di injak bukan ? mau banyak komentar juga tidak dapat membangkitkan bunga-bunga itu kembali, syudahlah ikhlaskan saja, taman bunga sudah menjadi taman anak Alay....

Dan saya juga tidak akan berkomentar tentang Lamborghini yang menabrak warung STMJ hingga menewaskan 1 orang dan melukai 2 orang. Apalah dayaku untuk berkomentar tentang itu ? Sebagai kalangan menengah kebawah, nampaknya saya tau diri untuk tidak mengomentari urusan kalangan menengan ke atas seperti pemilik Lambo yang mobilnya di produksi hanya 150 unit di seluruh dunia. Lagipula tidak ada gunanya juga saya berkomentar, tetap saja sang pemilik Lambo akan di hukum, tetap saja dia tidak lulus nyetir mobil mahal...

Saya di sini hanya mengingatkan kepada para pembaca, cobalah untuk ambil sisi positif dari kedua peristiwa tersebut. Loh saya tidak berusaha menjadi bijak yah, saya hanya memberikan solusi untuk kebaikan kedepanya --apaansihgue.

Sadarkah kita ? semenjak era Pilpres, kita selalu di hadapkan pada 2 pilihan, kalau Bukan Jokowers berarti Jokowi Haters, Kalau bukan Pro Khilafah berarti Anti khilafah, pokoknya kita selalu harus milih A atau B, sehingga tidak ada tempat untuk orang-orang labil netral seperti saya.

Namun kini perpecahan itu mendadak reda, tiba-tiba kaum-kaum yang suka berdebat menemukan satu suara, dengan kompak mereka meneriakan hal yang sama, yah mereka kompak mengkritiki anak Alay penginjak Bunga dan Mengkritiki Om Lambo Maut.

Oleh karena itulah, saya meminta kepada siapapun yang berwenang untuk menjadikan Anak Alay Penginjak Bunga dan Om Lambo maut di jadikan Icon Persatuan, karena telah menyatukan kubu-kubu yang telah lama berperang.

Hidup Om Lambo... !!!
Hidup Anak Alay Penginjak Bunga...!!!

0 komentar: