Ayo Piknik ke Arab





Sekejam-kejamnya majikan di Arab, seberapa mengerikanya hukum pancung di Arab, tetap saja para TKI-TKW Indonesia berbondong-bondong ke Arab. Selain faktor tekhnis, ada faktor yang membuat masyarakat kita pergi ke sana, yakni faktor pikiran yang telah mengakar dalam diri masyarakat kita tentang sesuatu yang berbau Arab itu suci, mulia dan sakral.

Doktrin yang mengakar dan menguat tersebut membuat orang-orang Indonesia gila akan Arab. Untuk musik, apapun nyanyianya, asal berbahasa Arab di bilang sunnah. Setiap orang Arab di bilang suci dan Tulisan arab di anggap sakral.

Pemikiran primitif gila Arab inilah yang membuat Agnez Mo di bully di jagat dunia virtual. Penyebabnya adalah kostum yang di kenakan saat perayaan ulang tahun salah satu Stasiun Televisi swasta Indonesia. Kostum kak Agnes yang menjadi bahan bullyan yakni kostum yang bagian atasnya berupa bra dan bawahan yang menyerupai hotpants dan dikurungi rok panjang transparan bertuliskan tulisan Arab.

Kaum muslimin kurang piknik yang gila arab mendadak menggonggong, menggila sedemikian gilanya, cercaan dan hujatan mereka kepada Agnez Mo layaknya jihad fi sabilillah yang mendapat balasan bidadari cantik di surga. Para penggila Arab ini mengganggap Agnez Mo telah melakukan pelecehan terhadap Islam.

Menanggapi hal itu, KTZ (penyedia kostum Agnez Mo) langsung memberikan penjelasan bahwa arti tulisan Arab itu yakni Unity atau Persatuan. Lalu dimana konteks penghinaan terhadap Islam ?

Jika yang menjadi konteks penghinaan adalah Tulisan Arab dipadukan dengan Aurat, itu adalah cercaan ngawur, keblinger.

Islam memang di turunkan di Arab, Rasulullah berbahasa Arab, para sahabat juga berbahasa Arab dan Al-quran di turunkan dan di tuliskan dengan bahasa Arab pula. Namun jika para penggila Arab menganggap bahasa Arab adalah bahasa suci, bahasa surga, bahasa sakral sehingga tidak boleh berdampingan dengan aurat, maka kalian harus piknik ke Arab.

Namun sebelum kalian jauh-jauh piknik ke Arab, saya akan membuka sedikit pikiran kalian -itupun jika mau- 
Saya ingin bertanya pada kalian, selama ini saya tidak pernah mengerti mengapa kalian terlalu mendewa-dewakan arab bahkan hingga bahasanyapun anda bela secara membabi buta ?

Apakah menurut kalian bahasa Arab itu bahasa suci ? bahasa surga ? kalian tau dari mana ? apa kalian pernah ke surga ?
Sepertinya yang jadi rujukan para penggila Arab adalah sebuah Hadist yang di riwayatkan oleh Al-A’la bin Al-‘Amir yang bunyinya :

Cintailah Arab karena tiga hal, karena aku (Nabi) orang Arab, Alqur’an dalam bahasa Arab, dan bahasa Arab adalah bahasa surga.

Tapi apakah status hadist tersebut ? jika kita belajar meneliti kualitas para peneliti hadist, maka nama perawi Al-A'la bin Al-'Amir adalah nama yang statusnya ditinggal atau di tolak. Menurut Jumhur Ulama, maka otomatis hadist tersebut dilabeli sebagai hadist Maudhu' (Palsu).

Oke, apa maasih tetep kekeh menyatakan bahasa Arab adalah bahasa suci ? Berarti kalian memang harus piknik ke Arab.

0 komentar: