Jomblo, LGBT dan Valentine



14 Febuari selalu menjadi suatu penyakit yang menyebabkan orang jadi sok-sokan romantis pada pasanganya, bunga dan coklat jadi senjata andalan yang 'katanya' jadi lambang keromantisan -alah pret...

Perayaan seorang santo yang meninggal karena cinta ini sungguh sangat gak nyambyng, lah iyah apa hubunganya coklat dan bunga dengan kematian sang pendekar cinta St. Valentine ?

Perayaan-perayaan yang sudah tidak nyambung dengan sejarahnya ini justru kian hari justru makin banyak pengikutnya dan justru makin beragam bentuknya. Jika dulu hanya mereka yang berpasangan secara alamiah yang gemar pamer merayakan valentine. Kini berkat kebebasan yang kelewat bebas membuat pasangan non-alamiah ikut-ikutan merayakan hari meninggalnya St. Valentine.

Para pasangan Non-Alamiah atau yang kini tergabung dalam komunitas 'unik' bernama LGBT ini menambah runyam dunia percintaan di muka bumi khususnya bagi kami Jamiah Jomblo...

Bukanya kami cemburu dengan kemesraan para Lesbian Gay Bisex dan Transgender di hari valentine. Toh justru sebagian dari mereka adalah mantan kaum Jomblo yang sudah tidak kuat menahan burungnya sehingga berpindah haluan untuk mendapatkan sarang burung -meskipun salah sarang-.

Namun karena itulah kami kaum Jomblo merasa di protoli anggotanya satu persatu, dengan propaganda kebebasan bercinta di imbangi bumbu-bumbu valentine, jomblo mana yang tidak tergoda untuk menjadi LGBT dan melepas masa Jomblonya ?

Dengan berkurangnya sebagian dari kami -khususnya di hari raya valentine ini-, kekuatan kami semakin berkurang. Gerakan-gerakan rezim malam minggu belum juga usai, namun kami di pusingkan dengan gerakan melawan LGBT. Sungguh mungkin ini era-era keruntuhan kami para kaum jomblo.

Oleh karena itulah, kami sebagai Jomblo yang masih tetap bertahan dari kejombloan ini perlu merapatkan barisan, musuh kita semakin banyak. Hari rayanyapun makin banyak pula.

Oh yah soal hari raya, jika mereka yang memiliki pasangan -baik alamiah maupun non-alamiah- memiliki hari raya valentine, kami juga merencanakan untuk mengajukan hari raya kami sendiri, hari raya Jomblo sedunia, untuk hal ini dijamin gak bakal di cap haram sama MUI...

0 komentar: