Nabi Luth (Lot) yang Mencintai Kaum LGBT



Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik mengangkat tulisan yang bertemekan LGBT, ituloh perkumpulan 'unik' yang memiliki ketertarikan pasangan yang cukup 'menyimpang' dari manusia pada umumnya.

Namun karena perdebatan-perdebatan di berbagai tempat antara yang pro dengan LGBT dan yang Kontra semakin memuncak bahkan menurut saya sudah mencpai tahap ngehek, membuat saya gatel untuk meramaikan jagat pergumulan tentang LGBT ini.

Namun perlu diketahui, sebagai seorang yang sok idealis, tulisan-tulisan saya tentang LGBT ini bukanlah suatu pembelaan terhada kedua belah pihak yang terus meributkan LGBT. Lah ngapain ngebela kaum-kaum sok aktipis HAM yang belain LGBT tapi lupa jika di ujung Jakarta sedang terjadi penindasan Hak nelayan karena reklamasi. Dan ngapain juga saya ngebela kaum-kaum sok nyinyir pada kaum LGBT, berasa paling bersih, paling suci, dan yakin betul udah di siapin tanah di Arab Surga.

Oke, jika kita melihat judul dalam tulisan ini, maka sebaiknya saya sedikit bercerita tentang kisah Nabi Luth (Injil : Lot).

Nabi Luth di utus di tengah-tengah kaum yang bernama Kaum Sodom (Kelak nama Sodom digunakan sebagai rujukan nama kegiatan sex melalui dubur). Kata Allah (melalui kitab sucinya), Kaum Sodom itu kaum yang rendah moralnya dan rusak akhlaknya. Selain suka merampas harta para musafir, Kaum Sodom juga memiliki ketertarikan sex yang 'menyimpang' yaitu berperilaku Homoseksual dan Lesbian.

Nabi Luth yang di utus oleh Allah, terus berusaha dengan kasih sayang agar kaumnya kembali pada jalan yang Allah ridhoi. Meski tak pernah di dengar, namun Nabi Luth tidak menyerah, bahkan menawarkan anak perempuanya untuk di nikahi salah satu umatnya, agar bisa tersembuh dari 'penyakit' homoseksual.

Dan puncaknya adalah ketika para Malaikat Allah (yang menyamar menjadi laki-laki) bertamu ke rumah Luth. Para Malaikat tersebut di riwayatkan akan di perkosa oleh para pemuda Sadom. Singkat cerita Nabi Luth di perintah oleh Allah (melalui malaikatnya) untuk meninggalkan negri Sadom, lalu Allah mengadzab negri tersebut.

Dari kisah di atas semestinya kita belajar dari Nabi Luth, sejelek apapun umatnya beliau tetap mencintai umatnya, tanpa kenal lelah memberikan penjelasan dengan penuh kasih, bahkan hingga menawarkan anak perempuanya sendiri demi kesembuhan kaumnya.

Lalu anda sebagai orang yang suka nyinyir, memusuhi kaum LGBT dan merasa jijik dengan mereka sudah berbuat apa untuk kesembuhan mereka, apa anda mau di nikahkan dengan salah satu kaum LGBT demi kesembuhan dia ?

Anda bukan Tuhan yang mengadzab umat nabi Luth, kita manusia, sama seperti Nabi Luth. Mengapa Anda tidak berusaha seperti Nabi Luth malah mengusahakan diri seperti Tuhan ?

Dan buat anda para sok-sok aktivis HAM, para pro LGBT. Tidak semua LGBT itu seperti anda yang bangga akan ke LGBTanya. Ada dari mereka yang jadi sok-sokan bangga hanya karena bingung harus bernaung pada apalagi ? bernaung pada manusia pada jijik, pada Tuhan ngrasa hina, akhirnya mereka bernaung pada orang-orang yang memiliki nasib yang sama dengan mereka.

Sudahlah usaikan saja perang-perang yang sifatnya begini. Ingetloh UU KPK Mau di Revisi........



0 komentar: