Puasa Tahun Ini Dengan Siapa ?

Ramadan... Ramadan...
Puasa... Puasa... Puasa...

Dengernya pertama seneng banget, gak terlalu nunggu juga, biarin waktu jalan gitu aja.
Aku gak sempet liat sidang isbat di TV, kemarin sibuk banget dan tiba-tiba sudah Adzan Isya, semua berbondong-bondong menuju masjid, anak-anak ampe nenek-nenek gak ada yang ketinggalan..

Teriakan anak-anak kecil begitu bahagia menyambut Ramadan. Bahkan selepas Taraweh, warga Jakarta yang biasanya acuh tak acuh, tiba-tiba berhamburan keluar. Anak-anaknya pada main sepatu roda, remajanya maen bulu tangkis, ibu-ibunya ngerumpi di depan rumah sedangkan para suami asik gaplean. Percis suasana di kampung waktu aku kecil dulu.

Seperti yang diceritakan di atas, malam Ramadan pertama sejatinya saya sibuk berat, namun pemandangan-pemandangan di atas membuat saya tercengang, saya terharu biru melihat keakraban satu sama lain.

Lalu aku menuju rumah, sepanjang jalan aku ingin menangis meluapkan kebahagian Ramadan sekaligus kesedihan. Pasalnya banyak sekali yang hilang Ramadan tahun ini.

Ramadan tahun ini aku sudah tak bersekolah, acara tidur bersama di lab siang-siangpung tak akan aku jumpai lagi. Dengan AN3NIpun aku tak dapat memastikan dapat berjumpa atau tidak di Ramadan tahun ini, begitu juga dengan Gani, adiku yang paling besar yang saat ini bersekolah di Tegal, entah bisa menikmati Puasa bareng atau tidak.

Lalu aku sampai rumah, ada Mamahku, Budhe, Padhe, Lilik, Om dan para tetangga sekitar, aku masih beruntung masih dapat berpuasa dengan mereka, plus sekarang tambahan dengan teman-teman kantor dan sesekali teman-teman rumah dan sekolah masih sering jumpa.
 
Bukan masalah bulan pengampunan, bukan masalah bulan banyak pahala atau apapun itu yang sering di bicarakan di Masjid-Masjid, karena masalah ibadah itu biarlah urusan pribadi dengan Tuhanya. Namun bagiku Ramadan adalah suatu pengubah, suatu waktu dimana kita merasakan kepedulian, kebersamaan dan suasana yang benar-benar berbeda dari waktu lainya.

Sayangilah mereka orang-orang sekitar kita, karena tanpa mereka kita belum tentu dapat menikmati suasana Ramadan seperti ini. Renungkanlah, Ramadan tahun lalu dengan siapa, tahun ini dengan siapa ? jangan sampai semakin banyak Ramadan terlewati, semakin sepi hidup kita...

Selamat datang Ramadan....

0 komentar: