Menelisik Permasalahan Jakarta Melalui Kaum Urban

Ilustrasi : Kaum urban
sumber : http://jakartensis.blogspot.co.id/2011/07/inilah-jakarta-kita.html


Ada orang berpendapat 'siapapun orangnya, tidak akan bisa mengatasi permasalahan di Jakarta'

Kalimat-kalimat di atas memang tidak ada salahnya, namun akan lebih baik jika muncul pertanyaan dari kalimat tersebut. Dari kalimat tersbut akan muncul pertanyaan Mengapa ? Kenapa ?

Permasalahan di Ibukota sejatinya tidak terlepas dari kaum urban. Oleh karena itu saya mencoba untuk menelisik permasalahan di jakarta melalui kaum urban.

Saya akan bercerita sedikit tentang pengalaman saya malam minggu yang lalu.

Bukanya jalan dengan pacar di malam minggu, bagi Jomblo seperti saya lebih memilih ngopi bareng temen sambil sesekali godain cabe-cabean yang keluar semua di malam itu.

Malam minggu kemarin saya mencoba tempat yang berbeda untuk ngopi. Biasanya saya dan teman-teman selalu ngopi di warkop-warkop terdekat rumah kami. Namun kemarin saya ajak kawan-kawan saya untuk ngopi di daerah kota tua.

Seperti yang kita ketahui bersama, daerah kota tua adalah salah satu tempat favorit berkumpulnya kaum urban di Jakarta. Masyarakat dari berbagai daerah sering berkumpul untuk sekedar menghilangkan stres susahnya menjadi kaum urban.

Saya melihat berbagai jenis ekspresi yang di tunjukan kaum urban sungguh sangat mencerminkan unek-unek dalam hati yang selama ini terpendam. Misalnya untuk beberapa gerombolan orang-orang, mereka menggunakan pakaian ala-ala punk gitu sambil berjalan sok jagoan tapi tetap berbicara menggunakan bahasa daerah mereka, yang bagi orang Jakarta atau telah menetap lama di Jakarta terpaksa nahan nyengir melihat kelakuan mereka.

Adalagi beberapa orang yang terlihat berkelahi, bahkan ada yang membawa senjata tajam yang akhirnya di amankan oleh polisi yang memang berjaga di berbagai titik lokasi.

Ekspresi-ekspresi yang ditunjukan oleh kaum urban sejatinya adalah suatu masalah sosial yang menurut saya adalah akar dari segala permasalahan di Jakarta.

Kerasnya kehidupan di Jakarta, persaingan kerja yang tidak sehat dan dianggap manusia gagal, membuat kaum urban menunjukan eksistensinya saat bertemu dengan orang-orang yang senasib seperjuangan.

Rata-rata kaum urban di Jakarta adalah seorang buruh, baik buruh pabrik, perusahaan ataupun buruh warung klontongan. Tak jarang para buruh tersebut di berlakukan tidak adil oleh tempat dimana dia mengadu nasib. Sehingga terbentuk dendam antara buruh dengan bos, si miskin dengan si kaya.

Kesenjangan sosial yang begitu ketara serta "tertindasnya" mereka di Jakarta adalah aktor penting yang selama ini sering sekali di lupakan. Maka tidak usah bicara muluk-muluk tentang membuat Jakarta menjadi kota kelas dunia, jika permasalahan sosial kaum urban ini belum juga terselesaikan.

Akan nampak sia-sia jika kita semua memikirkan penanggulangan macet, banjir dan peerumahan liar tanpa kita pikirkan SDM-SDM yang mempengaruhi itu semua.

Halah tulisan hari ini ko berat sekali, kaum urban yang gak laku-laku macam saya tau apa tentang sosial-sosial tai kucing.....

0 komentar: