Melihat dari Berbagai Sisi

Sumber Ilustrasi : http://www.lihat.co.id/


Mana yang lebih sulit, memahami diri sendiri atau memahami orang lain ?


Saya pikir dalam-dalam nyatanya tidak pernah menemukan jawaban pasti tentang sulitan mana, memahami diri atau memahami orang lain.

Menurut saya, memahami diri dan memahami orang lain adalah satu paket yang tidak dapat di pisahkan. Karena jika kita memahmi diri, automatis kita memahami orang lain dan begitupun sebaliknya. Karena menurut saya, di dalam orang lain terdapat diri kita dan di dalam diri kita terdapat orang lain.

Saya selalu belajar untuk memahami orang lain dengan pengalaman-pengalaman saya terdahulu. Ketika saya berulang kali mengalami kegagalan cinta, disakiti wanita dan hal-hal buruk dalam bercinta lainya, saya tak serta merta menyalahkan (mantan) pacar saya, karena dulu juga saya sering kali melukai perasaan wanita. Dan saya menganggap apa yang saya lakukan tidak merugikan siapapun.

Atau sekarang banyak diantara teman-teman saya yang nyinyirin Tahlilan, Maulidan atau hal-hal yang biasa saya lakukan. Saya tidak serta merta menuding dia Wahabi atau Takfiri atau apalah. Toh dulu saya pernah tidak menghadiri Tahlilan karena tidak setuju Tahlilan di adakan dengan alasan memberatkan yang mengadakan, dan dulu saya anggap apa yang saya lakukan itu benar.

Masih banyak lagi hal-hal yang saya pelajari dari masa lalu. Namun bukan berarti cukup dengan itu saya memahami orang lain.

Terkadang, memahami orang lain selain melihat kedalam diri kita. Kita juga harus melihat kedalam diri orang lain.

Setiap karakter, pola pikir dan sifat manusia sangat di pengaruhi oleh lingkungan, dan hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Oleh karena itulah, untuk mengerti orang lain, kita harus mengerti hal-hal yang berkaitan dengan orang itu.

Saya sering kali membela kaum menengah kebawah, kaum buruh, tani dan kaum urban. Hal itu saya lakukan karena saya termasuk dalam kaum termarjinalkan tersebut. Sehingga saya tau persis apa yang dirasakan kaum tersebut.

Namun bukan berarti saya harus anti dengan kaum borjouis. Sayapun banyak bergaul dengan kaum borjouis, karena saya yakin, apa yang di lakukan kaum borjouis pasti memiliki dasar yang kuat dan mungkin jika saya menjadi kaum borjoius, saya akan melakukan hal yang sama.

Jadi marilah kita memahami diri dan orang lain, agar kita dapat melihat dari berbagai sisi. Di mulai dari hal-hal kecil seperti tidak memaki jika ternyata ada emak-emak bawa motor sen ke kanan beloknya ke kiri.
"Loh gak bisa, kan itu emak salah....". Yah siapa yang bilang bener ? tapi, mungkin jika kita di posisi dia, kita akan seperti itu juga. 

Ketika kita memaksakan orang lain untuk membuka pikiranya akan kita, tanpa sadar kita telah menutupi pikiran kita akan orang lain. Mencari pembenaran atas apa yang kita anggap salah itu sulit, tapi percayalah, kitapun pernah melakukan kesalahan yang kita anggap benar

0 komentar: