Perspektif Jomblo dalam Kemenangan Juventus atas Barcelona

https://leaguelane.com/juventus-vs-barcelona-preview-predictions-0417/

Pagi tadi saya lebih semangat sewaktu berangkat kerja. Padahal semalam saya hanya tidur sekitar 2 sampai 3 jam saja. Hal tersebut di sebabkan karena kemenangan salah satu klub sepakbola favorit saya, Juventus. 

Kemenangan yang luar biasa bagi saya, selain dengan skor yang meyakinkan. Kemenangan ini menjadi spesial karena kemenangan inilah, saya dapet jatah rokok Sampoerna Mild sebungkus karena menang taruhan.

Namun sebagai seorang Jomblo yang penuh cinta, saya rasa kok ini penuh dengan filosofi cinta yang mendalam. Serius saya enggak boong, banyak pelajaran cinta yang di dapat dalam pertandingan ini.

Dari hasil gatak-gatuk ala Panglima jomblo, berikut adalah beberapa pelajaran cinta atas kemenangan Juventus melibas Barcelona.


1. Suatu Saat Kita Butuh Mantan
Beberapa laga terakhir, Barcelona memiliki kerapuhan yang sangat teramat rapuh. Hal itu salah satu penyebabnya adalah tidak disiplinya para pemain Barcelona di bagian pertahanan.

Disisi lain, Juventus begitu tangguh dalam pertahanan. Dan salah satu pemain yang membuat tangguh perthanan Juventus adalah Dani Alves, mantan defender Barcelona.

Seperti kita ketahui, 7 bulan yang lalu Dani Alves di lepas Barcelona ke Juventus dengan status bebas transfer alias gratis. Hal itu di karenakan Barcelona mengganggap Dani Alves sudah tidak di butuhkan di Barcelona.

Dani Alves yang dibuangpun tidak patah arang, saat di persilahkan bergabung dengan Juventus di awal musim, Dani Alves berkata "Mereka (Barcelona) pikir saya sudah habis, jadi saya memutuskan mencari tujuan baru dan menemukan kebahagiaan di tempat lain"

Yah nampaknya kini Dani Alves sudah bahagia. Dan sebaliknya, Barcelona sungguh sangat kehilangan sosok Dani Alves, sang mantan yang di buang. Bahkan Sergi Roberto-pun yang di plot sebagai pengganti Dani Alves tidak dapat menahan serangan-serangan Juventus.

Jadi ingatlah wahai para pencari cinta. Jika suatu saat kau telah memiliki apa yang kau cintai. Janganlah sia-siakan itu. Karena akan sakit ketika dia yang di sia-siakan bahagia dengan lainya dan kita tidak bisa menemukan gantinya.


2. Jadilah Penerus yang Baik Meski tak Diunggulkan
Kita pasti sepakat, bintang permainan tadi malam adalah Dybala. Pemuda asal Argentina yang baru berusia 23 tahun itu sukses menjebol gawang Barcelona. Tak hanya sekali, tapi dua kali.

Selama ini Dybala selalu di hubungkan sebagai penerus Lionel Messi. Namun banyak nada minor yang di arahkan kepada Dybala. Karena di nilai tidak secemerlang Messi.

Namun nada-nada minor tersebut tidak membuat Dybala putus asa. Nyatanya tadi malam ia bermain sangat baik, bahkan lebih baik dari seniornya, Lionel Messi.

Kita seringkali memiliki pasangan yang suka membandingkan dengan pacar sebelumnya. Kadang kita seringkali di cap tidak lebih baik dari pendahulu kita. Entah kalah romantis, kalah ganteng, kalah kaya atau kalah kuat di ranjang. ehh.

Namun belajar dari Dybala, kita tidak boleh minder dengan kehebatan pendahulu kita. Justru itu sebagai penyemangat agar kita bisa lebih bersinar dibanding pendahulu kita.


3. Usia Bukan Halangan
Gianlugi Buffon, adalah salah satu kunci penting keperkasaan lini pertahanan Juventus tadi malam. Terbukti dengan penyelamatan-penyelamatan yang gemilang, yang salah satunya reflek yang bagus saat menghalau sepakan Iniesta di babak pertama.

Di usianya yang telah menginjak 39 Tahun. Buffon seolah tak ada matinya. Tidak menunjukan penurunan performa, bahkan keahlianya sebagai penjaga gawang terus meningkat, membuat trio MSNpun frustasi.

Yah terkadang kita terlalu memikirkan usia dalam hal cinta, kita yang semakin hari semakin tua akan merasa takut tidak laku atau tidak memperoleh jodoh. Padahal usia bukanlah penghalang untuk mencinta. Bahkan jika bisa, kita seperti Buffon, semakin berumur, semakin matang.

Jadi mulailah dari sekarang tanamkna pada diri, semakin tua usiaku, semakin jadilah aku sebagai Jomblo yang pecinta.


4. Efektifitas yang Utama
Soal penguasaan bola memang Barcelona lebih unggul, 68% banding 32%. Tendanganpun Barcelona unggul dengan statistik 16 berbanding 12. Namun Barcelona kalah efektifitas.

Dari 16 Tendangan dari Barcelona, yang akurat hanya 4 saja. Sedangkan Juventus lebih banyak dua kali lipat dari Barcelona. Hal ini membuktikan bahwa Juventus lebih efektif dalam permainan, lebih mengedepankan efektifitas berkualitas dibanding berkuantitas.

Para Jomblo yang sedang proses mribik alias PDKT alias nyepik. Saya kasih tau yah, soal mendapatkan pasangan itu bukan seberapa sering kamu ngajak dia jalan, seberapa sering kamu ngajak dia nonton atau seberapa sering kamu berkunjung kerumahnya.

Carilah hal-hal yang tepat, agar berjalan efektif. Jadilah orang pertama yang ada di kala dia sedih, jadilah penghibur kala ia gundah, atau apa ke gitu yang lebih mudah membekas di benak doi, dibanding ngajakin nonton atau makan tiap hari.




Udah yah gitu aja, saya juga bingung mau apa lagi ini. Semakin di pikirin makin sakit. Sama kaya dia... Ahhh syudahlah...

0 komentar: