Pledoi Jomblo sok Kegantengan

http://daonlontar.blogspot.co.id/2013/04/bilamana-ketampanan-di-permasalahkan.html


Sebagai orang yang mengklaim sebagai panglima jomblo, aku tidak pernah kepikiran atau mendaku sebagai orang yang ganteng atau tamvan. Namun memang nasib selalu mujur atau justru apes, ndilalah masalah mendapatkan wanita sejatinya bukan hal yang terlalu sulit bagi aku.

Saya bilang apes karena dari mudahnya mendapatkan wanita atau setidaknya mudah dekat dengan wanita, membuat aku seringkali di sebut sebagai cowok yang sok kegantengan.

Biasanya aku paling bodoamatan atas komentar orang-orang sekitar. Namun kali ini aku harus membuat suatu pledoi. Karena kata-kata "sok kegantengan" itu justru sangat menistakan aku pribadi. Wong aku ganteng beneran kok di bilang sok kegantengan. Ehh bukan, bukan gitu maksudnya.

Oke, sebenarnya aku tidak cukup mengerti alasan orang-orang yang menghujatku dengan kalimat "sok kegantengan". Wong dimana-mana yang sok kegantengan itu yah punya cewek banyak, gonta-ganti pacar sehari tiga kali. Nah aku ? boro-boro pacar, wong history chat saja dari grup chat semua. Hadeh...

Mungkin hobi saya yang gombal sana-sini jadi alasan mereka untuk menyebut saya sok kegantengan. 

Tapi tunggu dulu, yang namanya gombal, dari tahun ke kakek aku bujangan itu dimaksudkan untuk merayu dengan candaan. sekali lagi aku tekankan, CANDAAN. 

Mungkin mereka bisa katakan candaan yang bermaksud merayu itu termasuk sifat sok kegantengan. Tapi aku berpendapat, maksud aku yah hanya aku yang tau. Bagaimana kalian bisa mengklaim kalau maksud aku ditujukan untuk merayu ? Niat aku itukan bercandaan, kalau ada yang baper yah itu mungkin selera humornya yang berbeda saja, tidak ada yang bisa di salahkan dong ?

Atau mungkin juga sifat aku yang mudah bergaul dengan lawan jenislah yang membuat mereka mencap saya orang yang sok kegantengan.

Hmmm, sekarang ayuk itung berapa banyak teman aku yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan banyakan mana. Tohpun jika banyakan perempuan, bukan berarti aku sok kegantengan. Yang namanya pertemanan ini di era tukang kayu jadi presiden, rasanya aneh jika masih melihat dari jenis kelamin.

Aku itu suka bergaul dengan siapa saja, tidak pernah memandang dia dari kalangan mana atau dari jenis kelamin apa saja. Jika mereka menganggap aku masih sok kegantengan gara-gara saya mudah bergaul, mungkin mereka saja yang susah gaul.

Mau dengan alasan apalagi mereka sebut aku orang yang sok kegantengan ?

Lagian yah, asal kalian tau. Jaman sekarang, jaman seseorang bisa memilih pasangan lewat berbagai macam sosmed. Sifat sok kegantengan itu enggak bakal laku, sudah kono. Sedangkan aku ? Masih laku laris manis, namun tuntutan sebagai panglima jomblo saja yang membuat aku tetap menjomlo.

Pledoi ini memang enggak panjang, tapi seengaknya mereka-mereka ini tolonglah bedakan antara orang yang sok kegantengan dengan orang yang terbuka. Atau jangan-jangan kalian hanya iri tidak bisa se terbuka aku ? Ahh bisa jadi....

0 komentar: