SOMBONG

Sumber Gambar : http://www.hipwee.com/sombong-2/

Beberapa waktu yang lalu aku dan beberap kawanku akan pergi untuk sekedar ngopi-ngopi santai sambil melepas lelah seharian kerja dan sekolah. 

Belum tiba di warung kopi yang dituju, kami melihat sepasang kekasih di jalan sedang berboncengan. Sebagai jomblo-jomblo kesepian, daripada menggerutu dalam hati, kami lebih suka menikmati lekuk-lekuk tubuh wanita yang sedang berkencan tersebut.

"Wuihh... manteng bro, manteng" ucap si Ucup, saudaraku sambil menyetir motol Beat Putih yang belum lunas. Memang wanita tadi bisa dikatakan "manteng", apalagi pas kami lihat, doi sedang mergengkan tanganya untuk menguncir rambut. Posisinya yang di bonceng motor CBR 250 (kalo gak salah, aku nggak begitu mengerti masalah motor) membuat peregangan otot yang begitulah....

Saat sedang menggunjingi si cewek, tiba-tiba teman saya Darmad, yang posisinya berada di samping motor si cewek di panggil oleh si cewek "Weh Mad, kemana lu". Darmad yang daritadi di belakang menggunjingi cewek tadipun kaget.

"Weh, eluu Anisa ? mau ngopi nih" Ucap Darmad yang terlihat gugup karena sedari tadi ia (dan aku dan lainya) sedang menggunjingi temanya. Jancuk emang

Aku dan Ucup yang berboncenganpun tertawa puas melihat Darmad yang mukanya langsung semerah saga.

Aku perhatikan si cewek yang katanya namanya Anisa itu memang badanya bagus, tapi untuk seorang Arya Iman Fatio, masih kurang cantiklah wajahnya hahaha.

Namun di perhatikan lama-lama, justru bukan si cewek yang menjadi perhatianku, Tapi si Cowok. Hai.... Bukan, aku bukan Homo, tunggu dulu jangan berasumsi sebelum aku selesai menulis.

Jadi aku perhatikan itu kok yah cowoknya sombongnya minta ampun, mukanya yang sebenarnya nggapleki itu di buat sok Lee Min Hoo gimana gitu. Jancuk emang.

Aku hanya membatin dalam hati, aku pisuhi saja dia dalam hati. Ujarku dalam hati begini "Muka pas-pasan, sok jadi Lee Min Ho. Mikir jancuk, cewek lu itu mau pacaran ama motormu doang, bukan sama lu yang tampangnya njancuki tenan"

Eh belum selesai aku ngegerundel dalam hati, tiba-tiba saudaraku bilang padaku "Si Anjing... Sok iyah sekali cowoknya, baru bawa cewe gitu aja sombongnya minta ampun, najis cuih cuih". Nampaknya si Ucup, saudaraku itu berfikiran yang sama.

"iyah bedon, Sombong bener itu orang. Belum liat kalo gue bawa cewek dia" Ujarku tak kalah kesal. Sebagai jomblo kharismatik, cewek-cewek yang sering saya ajak jalan memang lebih cantik dari Anisa tadi, tapi koh yah aku gak pernah merasa sombong.

Namun dari kata-kata terakhirku aku jadi mikir, kok aku justru sombong juga yah ? Lalu refleks akupun berdoa "Ya Rabb... Jauhi saya dari sifat sombong ya rabb, jomblo gpp, asal jangan sombong".

"Merasa lebih baik dari orang sombong, itu sombong juga" Ujar Ucup yang sepertinya lagi-lagi mengerti apa yang saya pikirkan. Dan akhirnya kamipun terdiam.

Sombong memang hal yang menakutkan. Dalam Islam sendiri, kanjeng Rasul sudah wanti-wanti agar umatnya tidak sombong. Bahkan sekecil biji Zarrahpun ada kesombongan, maka Surga haram atasnya. Nah loh medeni temen...

Namun sebelum ngomongin surga, sombong juga udah menjengkelkan ketika di dunia. Pasalnya seperti si pengendara motor tadi yang sombongnya minta ampun. Itu baru sombong tersirat, belum sombong-sombong yang lebih parah.

Yang lebih menyebalkan lagi, terkadang kita merasa lebih baik dari orang sombong, karena kita "merasa" tidak sombong. Padahal hal itu juga menunjukan kesombongan juga.

Sebagai orang yang sering di ajak debat, akhir-akhir ini saya mengurangi debat di facebook atau grup whatsapp. Pasalnya, biasanya setelah berdebat ada hal-hal yang membuat saya menjadi sombong.

Hal itu pernah di siasati dengan berdebat melalui jaringan pribadi, tujuanya biar tidak ada yang melihat. Sehingga kita tidak bisa sombong kesana-kemari. Namun ternyata rasa sombong itu tetap ada.

Setelah aku renungi, dari dulu aku begitu sombong ternyata. Dari yang tersurat hingga yang tersirat.

Sebagai salah satu lulusan terbaik TPQ Nurul Huda 1 angkatan XI yang hafal berbagai dasar ilmu agama, Sebagai siswa SDN 01 Sidapurna yang paling banyak mendapat penghargaan, sebagai Ketua OSIS dan Pratama SMPN 2 Dukuhturi dan Wakil Ketua OSIS serta Humas Rohis di SMKN 36 Jakarta. Rasanya tidak mungkin saya tidak pernah sombong (bahkan dengan menyebut prestasi di atas saja itu saya sedang sombong).

Namun saya beruntung, saya telah menyadari kesombongan saya. Banyak diantara teman-teman saya yang sombongnya minta ampun karena kelebihan yang dimiliki namun masih belum sadar juga, padahal kelebihan dia itu belum ada apa-apanya jika saya mau tunjukan kelebihan saya. Dan paragraf terakhir inipun terkandung kata sombong.... Kan jancuk...

0 komentar: