Hanya Sebuah Jarak, Katanya..

http://auradankecantikan.com/6-tips-sukses-pacaran-jarak-jauh-agar-tidak-bosan/

"Hanya sebuah jarak..." Kataku suatu ketika menanggapi temanku yang curhat tentang problemanya dengan sang kekasih yang berbeda kota tersebut.

Sambil bersungut-sungut temanku ngedumel "Lu enggak tau Ar, ini lebih dari sebuah jarak, ini rumit"

Sejatinya memang aku tidak begitu mengerti tentang apa yang dirasakan temanku itu, namun masalah berjarak, bolehlah aku mengklaim lebih berpengalaman dari temanku tadi.

Sebagai Jomblo Kelana, kerapkali aku aku harus berpisah dengan kekasihku, tentunya dulu waktu masih punya kekasih, eh sekarang punya enggak yah ? anggap saja enggak punya, di blog ini kan aku selalu jomblo ? oke ?

Tentunya bukan hanya kekasih atau bahasa gaulnya pacar yang berjarak denganku, ada keluarga, sahabat dan berbagai macam manusia yang tadinya begitu dekat namun tiba-tiba menjadi jauh.

Dulu, dulu sekali... aku kerapkali menyinyiri orang yang berpacaran jarak jauh. Kerapkali aku memandang mereka itu bodoh dengan terus menerus melakukan hubungan tersebut.

Pacaran jarak jauh atau disingkat PJJ (aku lebih suka menyebutnya demikian dibandingkan dengan LDR) itu suatu hal yang sangat penyakita. Saking banyaknya penyakit, orang yang LDRan ehh PJJan ini bisa mengalami komplikasi hati.

Dari banyaknya penyakit orang PJJan, yang paling rentan itu penyakit salah paham, wong yang dekat saja bisa salah paham, apalagi yang jauh ?

Kesalahpahaman dapat dicegah dengan bertemunya dua insan, menatapnya dua pasang mata dan bergeseknya kulit demi kulit. Nah kalau jaraknya jauh ? gimana mau bertemu dan menyelesaikan kesalahpahaman ? yang ada malah terjadi ketidakpercayaan tanpa ujung atau jika berbaikanpun tetap menghasilkan masalah baru yang bernama RINDU.

Memang aku sering berkata "Sebaik-baik merindu adalah tidak bertemu" Tapi yoo itukan cuma quotes murahan basi hasil permainan kata dari Arya Iman Fatio. Tetap saja bagaimanapun kalau rindu yah harus bertemu.

Memang sih katanya di jaman yang sudah canggih ini kita bisa bertatap muka dimana saja lewat Smartphone yang kita miliki. Tapi apakah iyah ? Hangatnya genggaman tangan dan memburunya desahan nafas dapat digantikan oleh panasnya Smartphone kita ? yahh enggak.

Dalam sebuah pertemuan, pasti memiliki arti dan kesan tersendiri. Dan LDRan ehh PJJan itu sulit sekali bertemu, lalu bagaimana mau berarti ? bagaimana mau berkesan ? yang ada rasa curiga dan perdebatan-perdebatan kecil yang mudah sekali menyulut kemana-mana bahayanya.

Kadang aku sempat berpikir gini "Kok orang mau yah jarak jauh begitu, yang dekat saja banyak ngapain nyari yang jauh-jauh?"

Tapi itu semua dulu, dulu sekali, entah kapan....

Sekarang aku berfikir, jarak bukanlah masalah berarti bagi orang yang mencinta. Yang namanya salah paham itu pasti ada, namun besar kecilnya pemahaman bukan karena jarak, ada hal yang lebih kompleks dalam hal ini. Lalu tentang Rindu, jarak memang membuat kita rindu, namun cinta mana lagi yang lebih besar dibanding cintanya para perindu ? lagipula kata Rhoma Irama "Semakin lama kita berpisah, semakin mesra... Saat berjumpa" begitulah katanya di lagu Malam Terakhir.

Jadi jika cintamu besar, jika kau benar-benar yakin padanya, perbedaan tempat bukan hal yang dapat menghalangi cintamu. Toh itu hanya sebuah jarak, katanya....

0 komentar: